
Rentetan tembakan peluru karet dan semburan gas air mata membombardir ribuan demonstran. Sedikitnya 10 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan petugas keamanan di pusat kota Bangkok, Thailand. Seperti dikutip dari laman Associated Press, Sabtu, 10 April 2010, 10 korban tewas itu tersebar di sejumlah rumah sakit di Bangkok. Lebih dari 500 orang juga dilaporkan terluka akibat bentrok yang terjadi sejak Sabtu petang.
Rentetan tembakan peluru karet dan semburan gas air mata membombardir ribuan demonstran penentang pemerintah Thailand yang mencoba melakukan serangan brutal di hari kedua, Sabtu petang, 10 April 2010.
Muntahan peluru dan gas air mata itu terjadi setelah demonstran yang tergabung dalam kelompok 'kaos merah' mencoba menyerang petugas keamanan dengan lemparan bom minyak.
Bentrokan sempat mereda, namun kembali memanas menjelang tengah malam. Bentrokan terjadi di dekat jembatan Phan Fah dan Jalan Rajdumnoen Bangkok, tak jauh dari gedung pemerintahan.

Demonstran yang tergabung dalam kelompok 'kaos merah' itu melancarkan aksi brutal sejak kemarin. Para pendukung bekas Perdana Menteri Thaksin Sinawatra itu seolah kehilangan kesabaran atas sejumlah aksi protes selama sebulan terakhir yang tak didengar pemerintah.
Kelompok 'kaos merah' terus melancarkan desakan kepada Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, agar segera membubarkan parlemen dan menggelar pemilu. Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi dengan menyiramkan 1000 liter darah hasil donor para pendukung 'kaos merah' ke kantor pemerintah.
sumber :vivanews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar