
Diet merupakan cara yang efektif untuk menjaga agar tubuh kita tetap seimbang. ANDA tengah diet untuk mendapatkan postur tubuh ideal? Jika iya, tak perlu mati-matian mengurangi porsi makanan, mengubah pola makan, atau bahkan meniadakan waktu makan. Anda tetap bisa makan malam kok!
Bagi kaum hawa, urusan berat badan bukan hanya nilai kesempurnaan penampilan, tapi juga kepercayaan diri. Diet atau mengatur pola makan merupakan alternatif terbaik untuk mengurangi berat badan. Seiring perkembangan zaman, banyak cara dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah satu ini. Namun, pastikan Anda memilih cara sehat, yaitu diet gizi seimbang dikombinasi dengan peningkatan aktivitas fisik.
Menurut World Health Organization (WHO), penurunan berat badan yang tergolong sehat adalah 1-1,5 kg per pekan, dengan pengurangan asupan makanan 500 kalori per hari. Sebagai gambaran, asupan gizi wanita sekira 1.500 kalori per hari. Penurunan bobot tubuh dengan tetap memerhatikan gizi seimbang ini akan menghasilkan efek penurunan yang lebih stabil.
Karenanya, Anda tidak perlu melewatkan waktu makan, termasuk di malam hari. Hanya saja, harus ada pengaturan porsi dan menu yang disantap. Nah, bila bingung mengatur menu yang tepat untuk mendukung penurunan bobot tubuh, ulasan The Sun berikut bisa menjadi referensi Anda.
1. Atur pola makan harian, baik waktu sarapan, makan siang, dan makan malam. Tuliskan makanan yang akan Anda santap sebelum makan utama, ataupun camilan. Sebisa mungkin, pertahankan jadwal makan Anda di waktu yang menetap. Ketahui dengan seksama makanan apa yang akan Anda nikmati diluar 3 jadwal makan utama akan membantu Anda untuk ngemil.
2. Rencanakan apa yang Anda ingin santap tiap kali waktu makan. Hal ini tampak sedikit memakan waktu, tetapi Anda hanya butuh beberapa menit untuk mendapatkan menu yang terorganisir. Ini akan membantu Anda merasa aman di sekitar banyaknya makanan yang terhidang, dan godaan untuk mencicipi makanan lemak tinggi pun akan berkurang.
3. Ganti kebiasaan minum soda dengan air putih. Anda bisa menyimpan sedikit kalori dengan air putih. Sebab, dalam usaha menurunkan bobot tubuh, setiap kalori akan dihitung.
4. Menu sarapan berikut bisa menjadi referensi Anda:
• Bubur dengan skim atau susu kedelai, ditambah sepotong buah.
• Dua potong roti gandum dengan olesan kacang kedelai, ditambah buah anggur.
• Dua butir telur rebus dicampur potongan tomat panggang dan satu slice roti bakar.
• Salad buah dengan topping yogurt.
5. Perbanyak makan siang Anda dengan asupan protein, seperti ayam, kalkun, telur, daging sapi panggang porsi kecil, ikan, atau kacang merah dan kacang panggang. Santaplah dengan sedikit roti gandum, atau dengan potongan tortilla. Tambahkan kentang panggang dan sayuran sebagai salad.
6. Untuk menjaga godaan menu makan malam, seperti kentang goreng, pai, ataupun ikan panggang, Anda bisa menyiasatinya dengan sayuran atau salad. Pastikan Anda tetap memerhatikan porsi makan.
7. Jadikan buah sebagai camilan di antara waktu makan utama.
Nah itulah tips makanan yang tepat untuk diet anda. Sekarang tinggal anda sendiri yang menjalankannya...

Diet Rendah Karbohidrat Lebih Efektif Kurangi Berat Badan
Dalam studi termutakhir terhadap orang gemuk dan obesitas, diketahui mereka yang menjalankan diet rendah karbohidrat lebih cepat menurunkan berat badannya dibanding dengan mereka yang melakukan diet rendah lemak.
Setelah melakukan diet rendah karbohidrat selama 12 minggu, para responden berhasil menurunkan bobot tubuhnya sebanyak 4,9 kilogram, sedangkan mereka yang menjalankan diet rendah lemak hanya turun 2,5 kg.
Kemudian program menjaga berat badan tersebut dilanjutkan hingga 24 minggu. Namun tidak didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok diet tersebut.
Meski begitu, menurut Dr.Kevin C.Maki, salah seorang tim peneliti, diet rendah karbohidrat tetap lebih efektif untuk mengurangi lemak dan mengontrol berat badan.
Maki dan timnya meminta para responden untuk mengurangi kadar glycemic dengan cara mengurangi asupan karbohidrat dan banyak mengonsumsi makanan yang indeks glycemic-nya rendah, yakni makanan yang mengandung serat seperti sayuran, kacang dan gandum.
Selama dua minggu pertama para responden diminta tidak mengonsumsi makanan yang memiliki kadar karbohidrat tinggi seperti buah dan makanan yang memiliki zat tepung. Mereka juga diminta menghindari alkhol, tetapi mereka diijinkan untuk makan sebanyak yang dikehendaki.
Sebaliknya responden dalam kelompok diet rendah lemak hanya diijinkan mengonsumsi 500 - 800 kalori per hari, menghindari makanan berlemak dan mengontrol porsi makanannya.
Setelah 12 minggu, para responden dari kelompok diet rendah karbohidrat mengalami penurunan berat yang signifikan dibanding dengan kelompok diet rendah lemak. Setelah 36 minggu, kelompok rendah karbohidrat beratnya berkurang 4,5 kg, sedang kelompok diet lemak berkurang 2,6 kg, tidak terlihat perbedaan mencolok.
Studi lanjutan masih akan dilakukan oleh tim peneliti untuk memastikan apakah mekanisme penurunan tubuh terkait dengan asupan karbohidrat. Selain itu masih dicari pula strategi yang paling tepat untuk mengontrol berat badan dalam jangka panjang.
1 komentar:
yg namanya strategi diet memang normatifnya mengurangi karbo, gula, minyak, dll. yg paling basic itu tekad yg kuat. indikasinya adalah benar2 konsisten menjalani program dan fokus pada target. kalo msh sering ga konsisten, itu namanya blm py tekad dan pasti akan gagal. dalam bidang apapun, ga cm dlm target diet sj.
Posting Komentar