
American Civil Liberties Union (ACLU) Maryland telah mengajukan keluhan tentang agensi kota atas nama seorang wanita yang aplikasinya untuk menjadi ibu asuh ditolak, sebagian, karena ia tidak mengijinkan produk babi di dalam rumah.
Tashima Crudup, 26, mengatakan bahwa ia menghubungi Contemporary Family Services di bulan Juli dan menjalani kelas-kelas pelatihan selama 50 jam untuk menjadi orangtua asuh. Organisasi itu adalah perusahaan swasta yang diberi wewenang oleh negara untuk menempatkan anak-anak asuh ke sejumlah keluarga.
Keluhan itu menduga bahwa aplikasi Crudup ditolak setelah diketahui dalam wawancara bahwa ia melarang produk babi di rumahnya di Middle River. Dalam selembar surat tertanggal 12 Oktober dari Contemporary Family Services, perusahaan itu memberitahu Crudup bahwa aplikasinya ditolak atas dasar kekhawatiran yang timbul dari beberapa pernyataan yang ia lontarkan dalam wawancara studi rumah tangga, terutama permintaan eksplisitnya untuk melarang produk babi di lingkungan rumah. ”Meskipun kami menghormati sudut pandang dan praktik personal/relijius Anda, agensi ini di atas semuanya harus memastikan bahwa hak relijius, budaya, dan personel setiap anak asuh yang menjadi tanggung jawab kami dipenuhi.”
Awal tahun ini Crudup menghubungi ACLU, yang mengajukan keluhan ke Komisi Hubungan Masyarakat kota Baltimore atas insiden itu.
Komisi akan mengadakan sidang kemungkinan penyebab dalam beberapa minggu mendatang dan berupaya memediasi sebuah resolusi.
Ajmel Quereshi, pengacara ACLU, mengatakan bahwa ia yakin Crudup ditolak karena agamanya.
”Saya kesulitan untuk mempercayai bahwa CFS menolak untuk memberikan sertifikat hak asuh bagi setiap orang Yahudi Ortodoks dan vegetarian,” ujar Quereshi. ”Tapi saya meyakini bahwa Crudup dikecualikan di sini. Dan ini telah membuat kami meyakini bahwa bias anti-Muslim memainkan peran dalam keputusan tersebut.”
Crudup mengatakan bahwa ia menghabiskan waktu tujuh tahun di panti asuhan ketika masih kecil dan terkejut dengan keputusan itu. Ia mengatakan bahwa meskipun ia tidak mengijinkan produk babi di rumahnya, ia tidak ada masalah dengan anak asuhnya makan daging itu di tempat lain, termasuk kantin sekolah atau restoran.
”Saya selalu ingin menjadi orang tua asuh,” ujar Crudup. ”Saya memiliki pengalaman dalam sistem itu.”
Crudup mengatakan bahwa aplikasinya dua kali ditolak selama proses banding internal, surat penolakan yang paling baru datang minggu lalu. Ia mungkin juga akan mengajukan banding ke Office of Administrative Hearings, di mana seorang hakim dapat memutuskan bahwa hak Crudup telah dilanggar.
Pegawai Departemen Sumber Daya Manusia, yang mengawasi sistem hak asuh dan menggandeng Contemporary Family Services sebagai penyedia sertifikat atas nama departemen, mengatakan sebuah surat akan dikirimkan ke perusahaan itu untuk menjelaskan tentang hukumnya.
”Hukum tidak mengijinkan agensi untuk membuat keputusan hanya berdasarkan jenis makanan yang dihidangkan di rumah,” ujar Nancy Lineman, juru bicara departemen. ”Jika ini adalah kami, kami tidak akan mendiskualifikasi seseorang dari menjadi orangtua asuh berdasarkan hal-hal tersebut.”
Lineman mengatakan bahwa departemen tidak yakin apakah akan memberikan sanksi pada perusahaan itu.
Crudup adalah ibu dari lima orang anak dan tinggal di sebuah rumah dengan lima kamar tidur dan empat kamar mandi di Middle River. Ia mengatakan bahwa ia memiliki pernikahan yang non-tradisional dengan Andre Moore, seorang pengemudi truk yang tinggal bersama Crudup dan anak-anak mereka.
Sumber : Suaramedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar